Teori Nilai Guna (Utiliti)
Di
dalam teori ekonomi kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari
mengkonsumsikan barang-barang dinamakan nilai guna atau utiliti. Kalau kepuasan
itu semakin tinggi maka makin tinggilah nilai gunanya atau utilitinya.
Dalam
membahas mengenai nilai guna perlu dibedakan diantara dua pengertian: Nilai
Guna Total dan Nilai Guna Marginal.
Nilai guna total mengandung arti jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari
mengonsumsikan sejumlah barang tertentu. Sedangkan nilai guna marginal berarti pertambahan
(atau pengurangan) penggunaan satu unit barang tertentu. Untuk melihat dengan
lebih jelas perbedaan kedua pengertian tersebut perhatikan contoh berikut.
Nilai Guna Total dari mengkonsumsikan 10 buah mangga meliputi seluruh kepuasan
yang diperoleh dari memakan semua mangga tersebut. Sedangkan nilai Guna
Marginal dari mangga yang kesepuluh adalah pertambahan kepuasan yang diperoleh
dari memakan buah mangga yang kesepuluh.
Hipotesis Utama Teori Nilai Guna
Hipotesis
utama teori nilai guna, atau lebih dikenal sebagai hukum nilai guna marginal
yang semakin menurun, menyatakan bahwa tambahan nilai guna yang akan diperoleh
seseorang mengkonsumsikan suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila
orang tersebut terus menurus menambah konsumsinya keatas barang tersebut. Pada
akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif yaitu apabila konsumsi keatas
barang tersebut ditambah 1 unit lagi, maka nilai guna total akan menjadi
semakin sedikit. Apakah makna dari hipotesis tersebut? Pada hakikatnya
hipotesis tersebut menjelaskan bahwa pertambahan yang terus menurus dalam
mengkonsumsi suatu barang tidak secara terus menurus menambah kepuasan yang
dinikmati orang yang mengkonsumsikannya. Pada permulaan setiap tambahan konsumsi
akan mempertinggi tingkat kepuasaan orang tersebut. Misalnya, apabila seseorang
yang berbuka puasa atau baru selesai berolahraga memperoleh segelas air, maka
iya memperoleh sejumlah kepuasaan dari padanya, dan jumlah kepuasan itu akan
menjadi bertambah tinggi apabila dapat meminum segelas air lagi.
Efek Penggantian dan Efek
Pendapatan
Ketika
menjelaskan perkaitan antara teori nilai guna dan teori permintaan telah
diuraikan bahwa hukum permintaan, yang menyatakan bahwa ceteris paribus, kalau harga naik permintaan
berkurang atau sebaliknya kalau harga turun permintaan bertambah, dapat diterangkan
dengan menganalisis dua faktor: efek
peggantian dan efek pendapatan. Dalam uraian itu pada hakikatnya
diterangkan bahwa penurunan harga akan menambah permintaan karena:
· Konsumen lebih banyak mengkonsumsi
barang itu dan mengurangi konsumsi barang lain (efek penggatian).
· Penurunan harga menambah pendapatan riil
konsumen dan kenaikan pendapatan rill ini akan menambah konsumsi berbagai
barang (efek pendapatan).
Dengan
menggunakan analisis kurva kepuasaan sama kedua faktor ini dapat dipisahkan, yaitu
dapat ditunjukan bagian dari pertambahan permintaan yang disebabkan oleh efek
penggantian dan bagian dari pertambahan permintaan yang disebabkan oleh efek
pendapatan.