Kamis, 12 Juni 2014

tugas b.indo2 [pengertian karya ilmiah]

Menurut Munawar Syamsudin (1994), tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara utuh, teratur dan konsisten.


Yamilah dan Samsoerizal (1994 : 90)
 memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atasbeberapa jenis berdasarkan fungsinya. Menurut pengelompokan itu , dikenal ragam karya ilmiahseperti ; makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.

Menurut sikumbang (1981), sekurang-kurangnya ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
1.      Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahas.
2.      Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3.      Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam catalog pengarang atau katalog judul buku.
4.      Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelasdan sistematis.
5.      Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6.      Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

“Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan sederhana mengenai pengertian karangan atau karya ilmiah, yaitu: Suatu tulisan yang dibuat dari oleh seseorng atau kelompok dari suatu hasil penelitian, pengamatan dengan menggunakan cara tertentu yang teratur secara sistematis dan harus dapa dipertanggung jawabkan kebenarannya. 

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
Secara umum, sebuah karya ilmiah terbagi dalam tiga bagian besar. Bagian yang dimaksud ialah pendahuluan, isi, dan pembahasan. Namun terlebih dahulu kita bahas tentang bagian pembuka dalam penulisan suatu karya ilmiah yaitu, berupa :
·         Abstraksi               : suatu bagian uraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari  enam atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada para pembaca aspek-aspek mana yang dibicarakan.
·         Kata pengantar      : berisi ucapan terima kasih atas terselesaikannya penulisan
·         Daftar isi               : lembaran berisi nomor halaman setiap bagian
·         Ringkasan isi         : berisi resume dari objek penulisan
Pada bagian pendahuluan memuat :

Latar belakang masalah
Pada bagian ini, penulis harus menguraikan apa yang menjadi ketertarikannya pada objek yang diteliti. Menjelaskan tentang alasan dasar dari penulisan yang sedang diteliti. Dan keterangan dari suatu penulisan. Tidak jarang, sebuah makalah atau skripsi mendapat sambutan hangat karena membahas topik-topik yang sedang hangat. Satu aspek lain yang perlu dikemukakan pada bagian ini ialah tinjauan pustaka. Peneliti perlu menyertakan beberapa penelitian yang relevan dengan topik yang dikerjakan. Hal ini dilakukan agar memperjelas pembaca bahwa penelitian yang dilakukan bukan mengulangi berbagai penelitian lainnya.

Perumusan dan Pembatasan masalah
Dari fenomena yang menarik perhatian, penulis harus secara eksplisit mengemukakan masalah yang hendak dibahas. Sebab pada bagian latar belakang, masalah yang hendak dibahas biasanya tidak dikemukakan secara eksplisit. Meski demikian, masalah yang hendak dibahas atau diteliti itu masih harus dibatasi lagi. Hal ini dilakukan agar pembahasan tidak terlalu luas kepada aspek-aspek yang jauh dari relevan. Selain itu, pembatasan masalah penelitian juga akan menolong dalam hal efektivitas penulisan karya ilmiah.

Tujuan Penelitian
Dalam tujuan penelitian atau penulisan, dikemukakan usaha-usaha dan hasil-hasil yang telah dicapai penulis secara garis besar. Karya ilmiah bertujuan menyampaikan pandangan atau penilaian penulis tentang topik yang telah diteliti, tujuan umumnya mengemukakan hipotesis penelitian dan penilaian penulis sesudah penelitian.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dapat diuraikan secara umum dan khusus. Misalnya, untuk kepentingan praktis, bidang keilmuan atau bidang profesi penulis, atau untuk kepentingan kelompok.

Pada bagian isi memuat
a)  Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
Pembahasan teori : Pada bagian ini, penulis memuat teori-teori yang berkaitan dengan objek penulisan yang diteliti.
Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan : Penulis memuat pemikiran-pemikiran para ahli yang terdahulu dan juga memuat berbagai argumentasi atau pendapat keilmuan berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh para ahli.
Pengajuan hipotesis : Penulis merumuskan anggapan dasar dari permasalahan yang akan dibahas pada karya ilmiah yang bersangkutan, dan kemudian di uji atau di buktikan kebenarannya dengan teori atau argumentasi yang bersangkutan dengan penulisan yang diteliti.
b)  Metodologi penelitian
Cara atau sistem yang digunakan pada penelitian agar terbukti atau teruji dengan benar penelitian yang diteliti. Biasanya metodologi penelitian memuat :
Waktu dan tempat penelitian
Metode dan rancangan penelitian ( model yang digunakan pada penelitian )
Populasi dan sampel yang akan di uji berdasarkan objek penelitian.
Instrumen penelitian ( alat yang digunakan pada penelitian )
Pengumpulan data dan analisis data
Pengumpulan data dapat dilakukan melalui penelitian survey atau dengan menyusun kuesioner yang memuat berbagai pertanyaan dari beberapa sampel yang akan di uji. Setelah melakukan pengumpulan data selanjutnya akan di analisa.
Pada bagian pembahasan memuat :                                                                                                
Hasil Penelitian yang dijabarkan sebagai berikut :
Jabaran varibel penelitian : berisi tentang penjabaran dari variabel data yang di teliti. Biasanya dapat berbentuk table atau grafik.
Hasil penelitian : Bagian ini penulis mengungkapkan hasil penelitian yang telah di teliti. Hasil penelitiannya bisa dibuat dalam bentuk penjabaran atau penjelasan dari variabel data yang telah dibuat ataupun dilampirkan. Hasil penelitian ini tentunya didasarkan pada teori yang ada pada bagian pembahasan teori dan kerangka pemikiran dari para ahli.
Diskusi penelitian : mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
Bagian terakhir dari sistematika penulisan karya ilmiah adalah bagian penutup yang memuat :
Kesimpulan           : berisi ringkasan secara garis besar dari hasil penelitian yang diteliti.
Saran                      : berisi masukan atau pendapat dari hasil penulisan karya ilmiah demi  kesempurnaan suatu penulisan
Dan ada bagian penunjang yang memuat :
Daftar pustaka, berisi tentang refensi-refensi yang digunakan penulis sebagai bahan dasar penulisan karya ilmiah. Biasanya dari buku ataupun website.


pendahuluan merupakan bab pertama sebuah karya tulis yang akan mengantarkan pembaca untuk mengetahui isis dari karya ilmiah tersebut, seperti apa yang diteliti, mengapa hal tersebut diteliti, manfaatnya apa dan sebgainya.
Pendahuluan memiliki empat bagian antara lain:
1.      Latar belakang masalah
Dalam latar belakang masalah, penulis memaparkan dengan singkat teori-teori dari hasil penelitian, kesimpulan serta diskusi atau pengalaman-pengalaman yang erat kaitannya dengan topik masalah yang dikaji.
2.      Rumusan masalah
Dalam rumusan masalah, terdapat pernyataan-pernyataan yang akan dicari jawabnnya. Rumusan maslah ini sebaiknya ditulis secara singkat, padat dan jelas dalam bentuk kalimat pertanyaan.
3.      Batasan masalah
Batasan masalah dibuat agar tidak melebar sehingga penulis atau peneliti akan fokus pada masalah yang akan dikaji. Dengan batasan masalah ini, jenis variabel dan subjek penelitian akan memiliki ruang lingkup yang tidak terlalu melebar.
4.      Tujuan penelitian
Tujuan penelitian berisi saran yang akan dicapai dengan penelitian yang  dilakukan



Selasa, 03 Juni 2014

Tugas 2 - UML

Pendahuluan

1.1              Latar Belakang

Saat ini piranti lunak semakin luas dan besar lingkupnya, sehingga tidak bisa lagi dibuat asal-asalan. Piranti lunak saat ini seharusnya dirancang dengan memperhatikan hal-hal seperti scalability, security, dan eksekusi yang robust walaupun dalam kondisi yang sulit. Selain itu arsitekturnya harus didefinisikan dengan jelas, agar bug mudah ditemukan dan diperbaiki, bahkan oleh orang lain selain programmeraslinya. Keuntungan lain dari perencanaan arsitektur yang matang adalah dimungkinkannya penggunaan kembali modul atau komponen untuk aplikasi piranti lunak lain yang membutuhkan fungsionalitas yang sama.

Pemodelan (modeling) adalah proses merancang piranti lunak sebelum melakukan pengkodean (coding). Model piranti lunak dapat dianalogikan seperti pembuatan blueprint pada pembangunan gedung. Membuat model dari sebuah sistem yang kompleks sangatlah penting karena kita tidak dapat memahami sistem semacam itu secara menyeluruh. Semakin komplek sebuah sistem, semakin penting pula penggunaan teknik pemodelan yang baik.

Dengan menggunakan model, diharapkan pengembangan piranti lunak dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna dengan lengkap dan tepat, termasuk faktor-faktor seperti scalability, robustness, security, dan sebagainya. Untuk itulah penulis membuat makalah ini agar pembaca dapat memahami lebih dalam tentang sistem berorientasi objek khususnya dalam hal pemrograman.



1.2              Tujuan

1)      Agar pembaca dapat memahami pengertian OOS (Objet Oriented System) atau Sistem Berorientasi Objek (SBO) dan juga UML (Unified Modeling Language)

2)      Agar pembaca dapat mengetahui bagaimana mengaplikasikan konsep SBO secara langsung.

1.3              Masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1)      Apakah yang dimaksud SBO (Sistem Berorientasi Objek) dan UML?

2)      Apa saja karakteristik Objek dan Kelas Objek?

3)      Apa saja karakteristik Metodologi BO?

4)      Apa saja diagram UML?

5)      Apa saja hubungan UML?

6)      Apa saja langkah-langkah penggunaan UML?

7)      Apa saja tools yang mendukung UML?


Isi


2.1              Pengertian

Objek adalah kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas dan mempunyai nilai tertentu yang membedakan entitas tersebut. Pengertian berorientasi objek berarti pengorganisasian perangkat lunak sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiliki struktur data dan perilakunya. Konsep fundamental dalam analisis sistem berorientasi objek adalah objek itu sendiri.

Unified Modeling Language (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeskripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemrograman berorientasi objek (OO). Definisi ini merupakan definisi yang sederhana. Pada kenyataannya, pendapat orang – orang tentang UML berbeda satu sama lain. Hal ini dikarenakan oleh sejarahnya sendiri dan oleh perbedaan persepsi tentang apa yang membuat sebuah proses rancang – bangun perangkat lunak efektif. Fowler (2004,p1).

Unified Modeling Language (UML) merupakan strandar yang relatif terbuka yang dikontrol oleh Object Management Group (OMG), sebuah konsorsium terbuka yang terdiri dari banyak perusahaan. OMG dibentuk untuk membuat standar – standar yang mendukung interoperabilitas, khusunya interoperabilitas sistem berorientasi objek. OMG mungkin lebih dikenal dengan standar – standar COBRA (Common Object Request Broker Architecture). Fowler (2004,p1-2).


2.2              Karakteristik Objek dan Kelas Objek

Setiap objek mempunyai identitas yang dapat diukur dan memiliki nilai yang bertujuan untuk membedakan entitas antara satu objek dengan objek lain. Pada objek terdapat sifat konkrit yang melekat pada identitas objek tersebut yang berfungssi untuk membedakan setiap objek walaupun nilai atributnya hampir sama atau identik.

Objek yang terbagi dalam atribut, operasi, metode, hubungan, dan makna yang sama akan membentuk sebuah kelas yang merupakan wadah bagi objek yang dapat

digunakan untuk menciptakan objek, atau dengan kata lain suatu kelas objek menggambarkan kumpulan dari objek yang mempunyai sifat (atribut), perilaku umum (operasi), relasi umum dengan objek lain dan semantik umum. Fungsi kelas objek adalah mengumpulkan data (atribut) dan perilaku (operasi) yang mempunyai struktur data sama ke dalam satu grup.

Beberapa istilah yang berhubungan dengan objek antara lain :

Atribut

Atribut menggambarkan data yang dapat memberikan informasi mengenai kelas atau objek dimana atribut tersebut berada.

1. Metode

Metode adalah subprogram yang tergabung dalam objek bersama – sama dengan atribut. Metode dipergunakan untuk pengaksesan terhadap data yang terdapat dalam objek tersebut. Sering juga disebut sebagai procedureatau function.

2. Message

Message merupakan cara untuk berhubungan antara satu objek dengan objek lain dengan cara mengikirimkan pesan oleh suatu objek kepada objek tertentu.

3. Operasi

Fungsi di dalam kelas yang dikombinasikan ke bentuk tingkah laku kelas suatu objek.


2.3              Metodologi Berorientasi Objek

Dalam dunia pemodelan, metodologi implementasi obyek walaupun terikat kaidah-kaidah standar, namun teknik pemilihan obyek tidak terlepas pada subyektifitas software analyst & designer. Beberapa obyek akan diabaikan dan beberapa obyek menjadi perhatian untuk diimplementasikan di dalam sistem. Hal ini sah-sah saja karena kenyataan bahwa suatu permasalahan sudah tentu memiliki lebih

dari satu solusi. Ada 3 (tiga) teknik/konsep dasar dalam OOA/D, yaitu pemodulan (encapsulation), penurunan (inheritance) dan polymorphism.

a. Pemodulan (Encapsulation)

Pada dunia nyata, seorang ibu rumah tangga menanak nasi dengan menggunakan rice cooker, ibu tersebut menggunakannya hanya dengan menekan

tombol. Tanpa harus tahu bagaimana proses itu sebenarnya terjadi. Disini terdapat penyembunyian informasi milik rice cooker, sehingga tidak perlu diketahui seorang ibu. Dengan demikian menanak nasi oleh si ibu menjadi sesuatu yang menjadi dasar bagi konsep information hiding.

b. Penurunan (Inheritance)

Obyek-obyek memiliki banyak persamaan, namun ada sedikit perbedan. Contoh dengan beberapa buah mobil yang mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Ada mobil bak terbuka seperti truk, bak tertutup seperti sedan dan minibus. Walaupun demikian obyek-obyek ini memiliki kesamaan yaitu teridentifikasi sebagai obyek mobil, obyek ini dapat dikatakan sebagai obyek induk (parent). Sedangkan minibus dikatakan sebagai obyek anak (child), hal ini juga berarti semua operasi yang berlaku pada mobil berlaku juga pada minibus.

c. Polymorphism

Pada obyek mobil, walaupun minibus dan truk merupakan jenis obyek mobil yang sama, namun memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk lebih keras dari pada minibus, hal ini juga berlaku pada obyek anak (child) melakukan metoda yang  sama dengan algoritma berbeda dari obyek induknya. Hal ini yang disebut polymorphism, teknik atau konsep dasar lainnya adalah ruang lingkup / pembatasan. Artinya setiap obyek mempunyai ruang lingkup kelas, atribut, dan metoda yang dibatasi.

d. Abstraksi

„               Prinsip untuk merepresentasikan dunia nvata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.

     e. Reusabilily

„                Pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatu permasalahan pada permasalahan lainnva yang melibatkan objek tersebut.

f. Generalisasi dan Spesialisasi

„                Menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus.

g. Komunikasi Antar Objek

„                Komunikasi antar objek dilakukan lewat pesan (message) yang dikirim dan satu objek ke objek lainnya.

2.4        Diagram UML

Diagram adalah yang menggambarkan permasalahan maupun solusi dari permasalahan suatu model. UML mempunyai 9 diagram, yaitu:

Diagram Use Case, menggambarkan apa saja aktifitas yang dilakukan oleh suatu sistem dari sudut pandang pengamatan luar.

Diagram Use Case berguna dalam tiga hal :

a.Menjelaskan fasilitas yang ada (requirements)

b. Komunikas dengan klien

c. Membuat test dari kasus – kasus secara umum

 Diagram , memberikan pandangan secara luas dari suatu sistem dengan menunjukan kelas – kelasnya dan hubungan mereka.

Diagram Class mempunyai 3 macam relationalships (hubungan), sebagai berikut :

a. Association, suatu hubungan antara bagian dari dua kelas yang terjadi jika salah satu bagian dari kelas mengetahui kelas yang lain dalam melakukan suatu kegiatan..

b.Aggregation, hubungan association dimana salah satu kelasnya merupakan bagian dari suatu kumpulan dan memiliki titik pusat yang mencakup keseluruhan bagian.

c.Generalization, hubungan turunan dengan mengasumsikan satu kelas merupakan suatu kelas super dari kelas yang lain.

3.Diagram Package dan Object, merupakan kumpulan elemen – elemen logika ML yang bertujuan untuk mengelompokkan Diagramclass yang lebih kompleks.

4.Diagram , merupakan salah satu diagram Interaction yang menjelaskan bagaimana suatu operasi itu dilakukanyang diatur berdasarkan waktu.

5.   Diagram Collaboration juga merupakan diagram Interaction berfungsi membawa informasi yang sama dengan diagram Sequence, tetapi lebih memusatkan atau memfokuskan pada kegiatan obyek dari waktu informasi itu dikirimkan.Diagram State  merupakan indikator yang menunjukan kemungkinan dari keadaan obyek dan proses yang menyebabkan perubahan pada keadaannya.Diagram , menunjukkan bagaimana aktifitas – aktifitas tersebut bergantung satu sama lain. dan berfokus pada aktifitas – aktifitas yang terjadi yang terkait dalam suatu proses tunggal.Diagram Component adalah sebuah kode – kode modul yang merupakan fisik sebenarnya dari diagram Class.Diagram Deployment menerangkan bahwa konfigurasi fisik software dan hardware.

2.5        Hubungan/Relationship

Ada 4 macam hubungan dalam penggunaan UML, yaitu:

Dependency, hubungan semantik antara dua objek yang mana sebuahobjek berubah mengakibatkan objek satunya akan berubah pula., hubungan antar benda secara struktural yang terhubung diantara objek dalam kesatuan objek., hubungan khusus dalam objek anak yang menggantikan objek induk dan memberikan pengaruhnya dalam hal struktur dan tingkah lakunya kepada objek induk., hubungan semantik antarpengelompokkan yang menjamin adanya ikatan diantaranya yang diwujudkan diantara interface dan kelas atau elements, serta antara use cases dan collaborations.

2.6        Berikut ini adalah tips pengembangan piranti lunak dengan menggunakan UML:

Buatlah daftar business process dari level tertinggi untuk mendefinisikan aktivitas  dan proses yang mungkin muncul.Petakan use case untuk tiap business process untuk mendefinisikan dengan tepat fungsionalitas yang harus disediakan oleh sistem. Kemudian perhalus use casediagram dan lengkapi dengan requirement, constraints dan catatan-catatan lain.Buatlah deployment diagram secara kasar untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.Definisikan requirement lain (non-fungsional, security dan sebagainya) yang juga harus disediakan oleh sistem.Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagramDefinisikan objek-objek level atas (packageatau domain) dan buatlah sequence dan/atau collaboration diagram untuk tiap alir pekerjaan. Jika sebuah use case memiliki kemungkinan alir normal dan error, buatlah satu diagram untuk masing-masing alir.Buatlah rancangan user interface model yang menyediakan antarmuka bagi pengguna untuk menjalankan skenario use caseBerdasarkan model-model yang sudah ada, buatlah class diagram. Setiap package domain dipecah menjadi hirarki classlengkap dengan atribut dan metodanya. Akan lebih baik jika untuk setiap classdibuat unit test untuk menguji fungsionalitas class dan interaksi denganclass 9.            Setelah class diagram dibuat, kita dapat melihat kemungkinan pengelompokan class menjadi komponen-komponen. Karena itu buatlah component diagram pada tahap ini. Juga, definisikan tes integrasi untuk setiap komponen meyakinkan ia berinteraksi dengan baik.


2.7        Tools yang mendukung UML

Saat ini banyak sekali tool pendesainan yang mendukung UML, baik itu tool komersial maupunopensource. Beberapa diantaranya adalah:

Rational Rose (www.rational.com)Together (www.togethersoft.com)Object Domain (www.objectdomain.com)Jvision (www.object-insight.com)Objecteering (www.objecteering.com)MagicDraw (www.nomagic.com/magicdrawuml)Visual Object Modeller (www.visualobject.com)


Kesimpulan

Objek adalah model eksekusi. Sementara kelas adalah deskripsi statik dan objek yang mungkin lahir pada saat eksekusi.

Pada saat eksekusi yang kita punva adalah objek, sementara dalam pemodelan (analisis dan perancangan) dan teks program yang  kita lihat adalah kelas.

Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa pemodelan umum yang digunakan untuk melakukan spesifikasi, visualisasi, konstruksi dan dokumentasi artifak dari software system. UML bukanlah sebuah standar proses pengembangan dalam metode pengembangan sistem tertentu, namun pada umumnya UML dipakai dalam memodelkan sistem yang dibangun berbasiskan objek. Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa


Saran

                      UML adalah suatu bahasa perancangan modern yang paling umum dipakai pada saat ini, dimana UML ini sering dikaitkan dengan bahasa pengembangan piranti lunak berbasis objek. Dengan menggunakan UML sebagai bahasa perancangan maka kita dapat membuat suatu rancangan piranti lunak yang dimana bahasa tersebut menyatukan berbagai praktik-praktik terbaik dalam permodelan, sehingga hasil rancangan kita dapat dimengerti secara umum dan universal.

Dengan menggunakan UML, maka kita dapat berinteraksi lebih mudah dengan para perancang piranti lunak yang lain, karena kita memakai bahasa perancangan UML yang bersifat universal, dan diketahui oleh hampir semua perancang piranti lunak. Sehingga kita dapat saling bertukar pikiran atas rancangan yang kita buat dengan perancang lain, dan menghilangkan gap dalam perbedaan bahasa permodelan.





Daftar Pustaka

wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/…/Pengenalan+UML.pdf

erwinharianto.files.wordpress.com/2009/06/totolan-erwin-uml.doc

http://id.wikipedia.org/wiki/UML

http://www.gangsir.com/download/4-PendekatanPengembanganSistemBerorientasiObjekdanPenggunaanAlatalatPemodelan.pdf

http://www.scribd.com/doc/26601970/SISTEM-BERORIENTASI-OBJEK