NPM : 10111939
Kelas : 4KA41
Soal
1. a. Jelaskan tentang telematika dan pemanfaatannya!
b. Jelaskan perkembangan telematika dalam teknologi informasi!
c. Bagaimana menurut kalian trend ke depan perkembangan telematika?
2. a. Jelaskan macam-macam layanan informasi dan layanan keamanan!
b. Jelaskan dan gambarkan layanan konteks context aware dan event base serta layanan perbaikan sumber!
3. a. Jelaskan perbedaan arsitektur sisi client dan arsitektur sisi server!
b. Jelaskan bagaimana kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server dan gambarkan sisi masing-masing!
4. Jelaskan perbedaan cara kerja jaringan wireless terminal!
Jawab
1. A.
Definisi Telematika Serta Pemanfaatannya
Telematika merupakan adopsi dari kata dalam bahasa Perancis yaitu
“TELEMATIQUE” yang dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan
komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa
TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and
INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication.
Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena
lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa
Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications
Technology).
Untuk
mengerti makna TELEMATIKA yang menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi
dari Tele=”Telekomunikasi”, ma=”Multimedia” dan tika=”Informatika”. kita perlu
perhatikan perbedaan antara BIDANG ILMU. Sementara dari hasil membaca Pengantar
Telematika pada Mata Kuliah Hukum Telematika Universitas Indonesia tertulis
sebagai berikut :
Dalam
perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana
MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia
semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi
dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami
sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar
istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information
and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun
sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang
pengkajiannya.
Awal Mula Lahirnya
Telematika
Telematika, pada
awalnya dikembangkan disisi internet. Ketika komputer tersebar luas kebutuhan
akan suatu cara mudah untuk menukar data tumbuh berkembang. Ini adalah ketika
teknologi telekomunikasi telah digunakan untuk menghubungkan antar komputer dan
kemudian telematika dilahirkan. Telematika adalah jawaban dari keprihatinan
yang teijadi pada tahun 1976 di Prancis,, ketika itu perkembangan aplikasi
komputer telah merubah organisasi ekonomi dan sosial masyarakat.
B. Perkembangan
Telematika Saat Ini
Saat ini banyak bidang
yang memanfaatkan telematika,. seperti bidang telekomunikasi yang berfokus pada
pertukaran data yang menjadi kebutuhan konsumen mereka seperti telekomunikasi
lewat telepon,, saluran televisi, radio, media lainnya, dan bahkan system
pelacakan navigasi secara realtime berbasis satelit yang disebut GPS(Global
Positioning System). Dalam penerapaannya, Telematika menggunakan teknologi
pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat
telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian/control pada
objek jarak jauh. Dalam penerapan di bidang navigasi, telematika membutuhkan
perangkat GPS sebagai perangkat pengiriman data, lalu data telematika diterima
oleh layanan (vendor) seluler dan di teruskan ke pelangggan . Kemudian data
telematika disimpan oleh pelanggan di device telekomunikasi seperti handphone,
pda, dan smartphone .
C. Trend Kedepan
Perkembangan Telematika
Pemanfaatan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK
saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore
processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas
harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal.
Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan
wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat
menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah
semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps,
YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih
bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh
search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh
penggunannya.
Pada akhirnya, era
robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan
kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil
dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan
terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang
lebih baik.
2. A. Jelaskan
Macam-macam layanan informasi dan layanan keamanan
- Layanan Telematika di bidang informasi
Macam-macam layanan informasi ada 4, yaitu
- Layanan Telematika di bidang informasi
Macam-macam layanan informasi ada 4, yaitu
1. BIDANG
PENGEMBANGAN PRIBADI
Suatu
kegiatan pemberian informasi tentang tugas-tugas perkembangan yang berkaitan
dengan kemampuan dan perkembangan pribadi individu ( peserta didik).
Perkembangan pribadi berupa sikap belajar disekolah. Seperti kepatuhan terhadap
tata tertib disekolah mulai dari seragam, masuk kelas, kebersihan kelas, dll.
Meliputi kegiatan pemberian informasi tentang :
1. Tugas - tugas perkembangan kemampuan dan perkembangan pribadi
2. Perlunya pengembangan sikap dalam keimanan Tuhan YME
3. Usaha yang dapat dilakukan dengan mengenal bakat, minat serta bentuk-bentuk penyalura dan pengembangan.
4. Perlunya hidup sehat dan upaya pelaksanaan.
2. BIDANG PENGEMBANGAN SOSIAL
1. Tugas - tugas perkembangan kemampuan dan perkembangan pribadi
2. Perlunya pengembangan sikap dalam keimanan Tuhan YME
3. Usaha yang dapat dilakukan dengan mengenal bakat, minat serta bentuk-bentuk penyalura dan pengembangan.
4. Perlunya hidup sehat dan upaya pelaksanaan.
2. BIDANG PENGEMBANGAN SOSIAL
Suatu
layanan yang diberikan kepada individu dengan tujuan pemantapan kemampuan,
bertingkah laku dan berhubungan sosial.
Layanan
informasi dalam bidang bimbingan sosial, meliputi:
1.
Tugas perkembangan masa remaja tentang pembangunan hubungan sosial
2.
Cara bertingkah laku yang sopan dan santun
3.
Tata krama pergaulan dengan teman sebaya
4.
Hak dan kewajiban warga negara
3. BIDANG PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR
Suatu
layanan info yang diberikan untuk pemantapan sikap, dan kebiasaan belajar yang
efektif dan efisien serta produktif, baik dalam mencari informasi dari berbagai
sumber belajar, bersikap terhadap guru, mengembangkan keterampilan belajar,
mengerjakan tugas-tugas pelajaran dan menjalani program penilaian hasil
belajar.
Pengembangan
kegiatan belajar meliputi:
1.
Tugas-tugas perkembangan masa remaja berkenaan dengan pengembangan diri,
ketrampilan, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
2.
Perlunya pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik , aktif dan
terprogram, baik belajar mandiri maupun kelompok.
3.
Cara belajar di perpustakaan , meringkas buku , membuat catatan dan mengulang
pelajaran
4.
pengajaran perbaikan dan pengayaan.
4.
BIDANG PENGEMBANGAN PERSIAPAN KARIR
Suatu layanan
pemantapan informasi karir
pada peserta didik untuk
mempersiapkan diri dalam merencakan, dan memilih karir yang sesuai dengan
bakat, minat dan kemampuan yang dimiliki individu.
Layanan
informasi marupakan salah satu jenis layanan dalam bimbingan konseling di
sekolah yang amat penting guna membantu siswa agar dapat terhindar dari
berbagai masalah yang dapat mengganggu terhadap pencapaian perkembangan siswa,
baik yang berhubungan dengan diri pribadi, sosial, belajar ataupun kariernya.,
Melalui layanan informasi diharapkan para siswa dapat menerima dan memahami
berbagai informasi, yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan untuk kepentingan siswa itu sendiri
Kesulitan-kesulitan
untuk mengambil keputusan karier akan dapat dihindari manakala siswa memiliki
sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia
kariernya. Untuk itulah, mereka seyogyanya dapat dibimbing guna memperoleh pemahaman
yang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristik dirinya, baik tentang
bakat, minat, cita-cita, berbagai kekuatan serta kelemahan yang
ada dalam dirinya. Dalam hal ini, tentunya tidak cukup hanya sekedar memahami
diri. Namun juga harus disertai dengan pemahaman akan kondisi yang ada
dilingkungannya, seperti kondisi sosio-kultural, pasar kerja, persyaratan,
jenis dan prospek pekerjaan, serta hal-hal lainnya yang bertautan dengan dunia
kerja. Sehingga pada gilirannya siswa dapat mengambil keputusan yang terbaik
tentang kepastian rencana karier yang akan ditempuhnya kelak.
- Layanan
Telematika di bidang Keamanan.
Layanan ini menyediakan
fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang
berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan
kejahatan.
Contohnya :
1. Emergency rescue with 911
2. Car location tracing (thief-proof)
Contohnya :
1. Emergency rescue with 911
2. Car location tracing (thief-proof)
3. Menggunakan fire wall atau
anti virus
2. B.
Jelaskan dan Gambarkan layanan context aware dan event base serta perbaikan layanan sumbernya .
- Layanan Context aware
Context-Awareness merupakan
kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks,
yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (User) dan pengguna network
itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu.
Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user,
berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
Singkatnya,
Context-Awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk
memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi
yang dinamis sesuai kebutuhan.
Karakteristik
dari user, network, lingkungan itu disebut konteks. Namun informasi konteks itu
sendiri menjadi kompleks dan heterogen sesuai jenis layanan yang akan didukung.
Makan context awareness menjadi masalah yang besar dan menarik dalam
pengembangan aplikasi, khususnya mobile, untuk beberapa
tahun kedepan.
Berbeda
dengan Konventional Computing atau Komputasi Konvensioanal, Context
aware tidak hanya menitik beratkan perhatian pada satu buah objek yang menjadi
fokus utama dari proses tersebut tetapi juga pada aspek disekitar objek
tersebut. Sebagai contoh apabila komputasi konvensional dirancang untuk
mengindentifikasi siapa orang yang sedang berdiri disuatu titik kordinat
tertentu maka komputer akan memandang orang tersebut sebagai sebuah objek
tunggal dengan berbagai atributnya, misalnya nomor pegawai, tinggi badan, berat
badan, dan sebagainya.
Namun
Context aware tidak hanya mengarahkan fokusnya pada objek manusia tersebut,
tetapi juga pada apa yang sedang dia lakukan, dimana dia berada, pukul
berapa dia tiba dan sebagainya.
-Layanan Event base
Distributed event-based systems (disingkat
sebagai DEBS, dalam bahasa Indonesia berarti sistem berbasiskan distribusi
kejadian) adalah sistem terdiri dari komponen fungsional terdistribusi yang
berinteraksi melalui peristiwa. Peristiwa adalah kejadian yang terjadi pada
sistem atau lingkungan di mana komponen berada. DEBS menggunakan skema
interaksi yang menyediakan komunikasi antara
produsen
dan konsumen. Produsen adalah komponen yang menghasilkan kejadian. Pelanggan
adalah komponen yang mengkonsumsi peristiwa. Seorang pelanggan dapat
mengungkapkan minat dalam peristiwa yang diberikan melalui langganan. Seorang
pelanggan akan mengetahui semua peristiwa yang diterbitkan dalam sistem atau
lingkungan yang sesuai dengan konsumsinya.
-Layanan Perbaikan Sumber
1. Telematika untuk mempersatukan bangsa
dan memberdayakan masyarakat
2. Telematika dalam masyarakat untuk
masyarakat
3. Infrastruktur Informasi Nasional
4. Sektor swasta dan iklim usaha
3.
ARSITEKTUR
CLIENT SERVER
Di
era globalisasi ini, dimana segala sesuatunya itu berjalan dengan cepat,
kemajuan teknologi semakin memudahkan manusia untuk berkomunikasi dan saling
bertukar informasi. Semua orang di zaman sekarang ini hampir setiap individu
sudah memiliki komputer.
Client
merupakan sembarang sistem atau proses yang melakukan suatu permintaan data
atau layanan ke server sedangkan server ialah, sistem atau proses yang
menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client. Client-Server adalah
pembagian kerja antara server dan client yg mengakses server dalam suatu
jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri
dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam
suatu jaringan.
ARSITEKTUR
SISI KLIEN
Ada
beberapa karakteristik dari sisi klien pada umunya sudah kita ketahui, yaitu :
1.
Pihak klien selalu memulai permintaan/permohonan ke pihak server
2.
Setelah mengirim permintaan, kemudian klien akan menunggu balasan atau
jawaban
atas permintaannya dari server
3.
Menerima balasan dari server atas permintaannya
4.
Biasanya klien akan terhubung ke sejumlah kecil dari server pada satu waktu
5.
Biasanya berinteraksi langsung dengan end-user (pengguna akhir) dengan
menggunakan
user interface (antarmuka pengguna)
6.
Khusus jenis klien mencakup web browser, email klien dan online chat klien
ARSITEKTUR
SISI SERVER
Sama
dengan sisi klien (client side), sisi server (side server) juga memiliki
karakteristik seperti di bawah ini :
1.
Sebagai penyedia layanan, sisi server akan selalu menunggu permintaan dari
sisi
klien
2.
Sesuai dengan tugasnya, melayani dan menjawab permintaan data yang
diminta
oleh klien
3.
Sebuah server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani
permintaan
klien
4.
Jenis server khusus mencakup web server, FTP server, database server, email
server,
file server, print server. Mayoritas dari web layanan tersebut juga merupakan
jenis server.
KOLABORASI
ARSITEKTUR SISI KLIEN DAN SERVER
Ada
beberapa model arsitektur klien-server ini yang umum, yaitu
1.
Arsitektur mainframe
2.
Arsitektur file-sharing
3.
Arsitektur client/server
Arsitektur
client server dapat dibedakan menjadi 3 model, yaitu single-tier (satu
lapis),
two-tier (dua lapis) dan three-tier (3 lapis).
Berikut
penjeLasan dari ketiga modeL arsiTektur cLient server tersebut di atas :
>>
Arsitektur Single-tier (Satu Lapis)
Semua
komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama pada
arsitektur single tier ini. Model single tier adalah model yang sederhana,
mudah digunakan pengguna (user) dan paling sedikit memiliki alternatif.
Kelemahan dari arsitektur ini adaLah kurang aman dan kurang memiliki
skalabilitas.
>>
Arsitektur Two-tier (DUa Lapis)
Pengolahan
informasi pada arsitektur ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem user
interface (antarmuka pengguna) lingkungan dan lingkungan server manajemen
database. Arsitektur two tier memiliki tingkat kemanan yang lebih tinggi dan
terukur daripada arsitektur single-tier. Arsitektur ini memiliki database pada
computer yang terpisah dan hal tersebut menyebabkan arsitektur ini dapat
meningkatkan kinerja keseluruhan situs.
Arsitektur
two- tier memiLiki keLemahan, yaitu biayanya yang mahal, arsitekturnya yang
kompleks, tidak adanya pembaruan kode, skalabilitasnya kurang dan tingkat
kemanannya kurang.
Di
samping itu, kelebihan dari arsitektur two tier adalah mudah digunakan oleh
pengguna, dapat menangani database server secara khusus dan bisnis lingkup
kecil sangat cocok menggunakan arsitektur ini.
>>
Arsitektur Three-tier (tiga Lapis)
Karena
arsitektur sebelumnya memiliki cukup banyak kelemahan, maka dikembangkanlah
arsitektur three tier ini yang akan membantu mengatasi kelemahan dari
arsitektur two-tier. Arsitektur three-tier memiliki 3 lapisan.
Kelebihan
dari arsitektur ini adalah memiliki skala yang besar, transfer informasi antara
web server dan server database optimal, tidak akan menyebabkan lapisan lain
terkontaminasi salah jika salah satu lapisan terdapat keslahan. Dan kekurangannya,
arsitektur ini lebih sulit untuk merancang, lebih sulit untuk mengatur dan
lebih mahal.
Arsitektur
Client Server
Arsitektur
jaringan Client Server merupakan model konektivitas pada jaringan yang
membedakan fungsi computer sebagai Client dan Server. Arsitektur ini
menempatkan sebuah komputer sebagai Server. Nah Server ini yang bertugas
memberikan pelayanan kepada terminal-terminal lainnya tang terhubung dalam
system jaringan atau yang kita sebut Clientnya. Server juga dapat bertugas
untuk memberikan layanan berbagi pakai berkas (file server), printer (printer
server), jalur komunikasi (server komunikasi)
Dibagi
dalam 2 bagian Arsitektur yaitu :
Arsitektur
Client Side
Merujuk
pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah
contoh dari sisi eksekusi client dan contoh dari sisi penyimpanan pada client
adalah cookie.
Karakteristik
:
-
Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
-
Menunggu dan menerima balasan.
-
Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
-
Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.
Arsitektur
Server Side
Pada
server side, ada sebuah server Web khusus yang bertugas mengeksekusi perintah
dengan menggunakan standar metode HTTP. Misalnya penggunaan CGI script pada
sisi server yang mempunyai tag khusus yang tertanam di halaman HTML. Tag ini
memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi.
Karakteristik
:
-
Menunggu permintaan dari salah satu client.
-
Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
-
Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan
client.
-
Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server,
print server.
Dibawah
ini merupakan penjelasan tentang beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan
sisi server :
dibagi
atas 3 jenis kolaborasi
1.
Arsitektur Single- Tier
Arsitektur
Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada
komputer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan
sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.
2.
Arsitektur Two-tier
Pada
Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan sistem
manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang menyediakan
layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara lingkungan
antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database.
3.
Arsitektur Three-tier
Arsitektur
Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di
tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user
interface lingkungan client dan server manajemen database lingkungan.
Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan
transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware menjalankan
fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging.
4.
Cara Kerja Jaringan Wireless
dijelaskan bahwa untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Menurut sebuah buku yang bersangkutan, supaya komputer-komputer yang berada dalam wilayah Jaringan Wireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu
dijelaskan bahwa untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Menurut sebuah buku yang bersangkutan, supaya komputer-komputer yang berada dalam wilayah Jaringan Wireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu
1. Sinyal Radio (Radio Signal).
2. Format Data (Data Format).
3. Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).
Masing-masing dari ketiga
komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita
mengenal adanya 7 Model Lapisan OSI (Open System Connection),
yaitu:
- Physical Layer (Lapisan Fisik)
- Data - Link Layer (Lapisan Ketrekaitan Data)
- Network Layer( Lapisan Jaringan)
- Transport Layer(Lapisan Transport)
- Session Layer(Lapisan Sesi)
- Presentation Layer(Lapisan Presentasi)
- Application Layer(Lapisan Aplikasi)
- Data - Link Layer (Lapisan Ketrekaitan Data)
- Network Layer( Lapisan Jaringan)
- Transport Layer(Lapisan Transport)
- Session Layer(Lapisan Sesi)
- Presentation Layer(Lapisan Presentasi)
- Application Layer(Lapisan Aplikasi)
Masing-masing
dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang berbeda-beda.
- Cara Kerja Terminal
Jaringan
Terminal
Pada saat
terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses
yang dijalankan adalah:
1.
Mencari
alamat ip dari dhcp server.
2.
Mengambil
kernel dari tftp server.
3.
Menjalankan
sistem file root dari nfs server.
4.
Mengambil
program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5.
Melakukan
hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.